About Bali

Tradisi "Neruna", Berkunjung ke Rumah-Rumah Warga Jika Beruntung Langsung Dapat "Bajang"

Rabu, 09 Oktober 2019 | 15:35 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, KARANGASEM.
"Neruna" adalah salah satu tradisi yang telah diwariskan secara turun - temurun di Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat, Karangasem.

Pilihan Redaksi

  • Penjor Kreasi "Dewi Laksmi" Sebagai Media Literasi
  • Lestarikan Seni Budaya Bali, Kelurahan Sumerta Gelar Pentas Seni Budaya
  • Dubes Selandia Baru Kagumi Kolaborasi Teknologi dengan Budaya Tradisional di Denpasar
  • Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali yaitu pada upacara Perejangan Sidumun atau hari ketiga Aci Usaba Goreng yang jatuh pada hari ini, Rabu (09/10/2019).
    Dalam prosesnya, sebelum tradisi ini dilaksanakan, seluruh sorpa (pemuda) dari Desa Adat Geriana Kangin berkumpul di Pura Puseh untuk melaksakan persembahyangan bersama. Usai sembahyang, para sorpa ini diberikan pemahaman oleh Bendesa Adat mengenai apa saja yang diperkenankan dan tidak diperkenankan untuk dilakukan selama menjalankan tradisi "Neruna" ini.
    Setelah itu, sebagian sorpa langsung mengambil keranjang yang nantinya akan dipakai sebagai wadah jajan yang diberikan oleh warga ketika sorpa ini mendatangi rumah - rumah warga, sedangkan yang lain ada yang bertugas menabuh gambelan dan bertugas mundut senjata nawa sanga beserta kobernya.
    Begitu semua siap, tradisi "Neruna" pun mulai dilaksanakan. Iring - iringan sanjata nawa sanga beserta gambelan berjalan mengitari batas desa adat sementara yang membawa keranjang bertugas masuk ke rumah-rumah warga untuk mengambil jajan yang sudah dipersiapkan.
    Jajan yang diberikan, umumnya berupa kiping, jaja bekayu dan jajan ginan. Nantinya jajan ini akan dibawa dan dikumpulkan ke Pura Puseh untuk diupacarai. Setelah diupacarai, jajan ini kemudian akan dibagi sesuai dengan jumlah sorpa yang mengikuti tradisi "Neruna" untuk dibawa pulang kerumah masing - masing.
    Menurut Bendesa Adat Geriana Kangin, I Ketut Yasa. Tradisi "Neruna" ini memang sudah dijalankan secara turun temurun di Desa Adat Geriana Kangin. 
    Adapun makna dari sudut pandang niskala tradisi yang hanya diikuti oleh remaja laki - laki (Sorpe) ini sebagai salah satu simbolis bahwa Ida Bhatara yang berstana di Pura Puseh melalui para pemuda ini sudah melihat kondisi daripada palemahan (lingkungan) di Desa Adat Geriana Kangin.
    Sementara dari sisi Sekala, melalui tradisi "Neruna" ini para leluhur ingin mengingatkan kepada generasi muda khususnya di Desa Adat Geriana Kangin agar

    Pilihan Redaksi

  • Jaksa Beberkan Gadis 21 Tahun Asal Karangasem Cemburu Aniaya Pacarnya
  • Tergoda Nyabu lagi, Residivis Konsumsi dan Simpan Sabu 2,5 Gram
  • Tim Kadarkum Kota Denpasar Raih Juara I Tingkat Provinsi
  • tau sampai dimana batas - batas wilayah Desa Adat. Sedangkan untuk yang mengambil jajan ke rumah warga juga bertujuan agar pemuda itu selain menjalin silaturahmi juga tau posisi rumah dari warga Desa Adat.
    "Secara visual, melalui tradisi ini, para leluhur terdahulu ingin mengingatkan generasi muda agar tahu tentang lingkungan Desa Adat secara menyeluruh baik itu batas wilayah maupun keberadaan rumah rumah warga," kata Bendesa I Ketut Yasa didampingi Prajuru Jero Mangku Gede Nuragia.
    Dilanjutkan Mangku Gede Nuragia, jaman dahulu karena sarana komunikasi tidak secanggih saat ini, tradisi "Neruna" ini juga dimanfaatkan oleh para pemuda Desa untuk berkunjung dan menjalin silaturahmi ke rumah - rumah warga.
    Disinilah para pemuda jika beruntung bisa berkesempatan untuk berkenalan dengan tuan rumah apabila di rumah yang dikunjungi mereka ada pemudi (bajang) bahkan jika berjodoh bisa saja hubungan mereka sampai ke jenjang yang lebih serius nantinya. 

    Penulis : bbn/igs

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Tradisi Neruna Karangasem Beruntung Dapat Bajang



    About bali Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending About Bali

    Berita Bali TV