Persona

Mengenal Ritesh Agarwal, Founder OYO Hotels & Homes

Sabtu, 07 September 2019 | 11:06 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
OYO Hotels & Homes didirikan oleh Ritesh Agarwal yang kini berusia 25 tahun. Ia adalah orang Asia pertama yang berhasil menerima Thiel Fellowship (program pendanaan sebesar 100,000 USD yang diciptakan oleh pendiri Paypal Peter Thiel dan secara khusus diberikan kepada pelajar dibawah usia 23 tahun yang ingin mendirikan startup, terlibat dalam penelitian ilmiah, atau gerakan sosial). 

Pilihan Redaksi

 
Setelah melakukan perjalanan backpacking ke seluruh penjuru India pada usia 17 tahun, Ritesh telah menginap di lebih dari 100 guest house, hotel, dan penginapan hingga ia menyadari bahwa selama perjalanannya, ia menemukan kesulitan untuk mendapatkan hotel berkualitas dengan harga terjangkau di segmen hotel budget unbranded.
 
Atas dasar pemikiran tersebut, Ritesh kemudian memulai perjalanan bisnisnya dengan Oravel Stays, yang merupakan platform untuk listing akomodasi di segmen budget. Namun, dirinya menyadari bahwa hal tersebut saja tidak cukup. Para wisatawan masih terpaksa berkompromi antara lokasi, kualitas, atau harga. 
 
Ritesh ingin memberikan solusi terhadap kesenjangan tersebut melalui inovasi teknologi dan sumber daya manusia yang berpengalaman di industri perhotelan. Inilah awal mula dari didirikannya OYO pada Mei 2013 (sekarang dikenal sebagai OYO Hotels and Homes), yang menjanjikan hadirnya pengalaman menginap berkualitas terstandarisasi, dengan harga kompetitif, dan mudah untuk ditemukan. 
 
Memiliki model bisnis full stack berbasis teknologi dan pertama di dunia, kini, OYO merupakan jaringan hotel, rumah, dan ruang tinggal terbesar ke-3 di dunia, dan terbesar di Indonesia (berdasarkan jumlah kamar) dengan pertumbuhan tercepat.
 
Berkat keberhasilannya membuat global disruptor melalui OYO Hotels & Homes, Ritesh menjadi salah satu pengusaha termuda dan paling sukses di dunia dan telah mendapatkan berbagai penghargaan di berbagai forum. Beberapa penghargaannya mulai Forbes Tycoons of Tomorrow List, EY Entrepreneur of the Year 2018 - Services, CNBC’s Young Turk of the Year (2019), The Open Republic Achievers Awards - Business New Age category (2019), StartAP Entrepreneur of the Year Award (2018), Dataquest IT Person of the Year (2018), Best Entrepreneur of 2018 by the International Hospitality Council (IHC) (2018), GQ India - 50 Most Influential Young Leaders (2016, 2017), Real Innovation Awards by London Business School, Forbes 30 under 30 - Consumer Tech (2016) (Global, India, Asia) dan berbagai penghargaan bergengsi lain.
 
Berkembang di Berbagai Negara
 
Setelah resmi didirikan pada tahun 2013, OYO Hotels & Homes adalah jaringan hotel, rumah, ruang tinggal dan ruang kerja terbesar ke-3 di dunia. Portfolio OYO terdiri dari properti yang dioperasikan sepenuhnya oleh OYO, property yang di-franchise, dan properti yang disewakan berjumlah lebih dari 23,000 hotel, dan 46,000 rumah liburan. OYO dan kategori Rumah Liburan dikelola oleh perusahaan di bawah bendera OYO Homes, Belvilla dan Dancenter dan dapat dapat ditemukan di lebih dari 800 kota di 80 negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Britania Raya, India, Malaysia, Timur Tengah, Indonesia, Filipina, dan Jepang. 
 
OYO Hotels & Homes atau “OYO” merupakan perusahaan jaringan hotel terbesar ke-3* di dunia dan terbesar di Indonesia (berdasarkan jumlah kamar). OYO secara resmi beroperasi di Indonesia pada Oktober 2018, dengan misi untuk menghadirkan pengalaman menginap yang terstandarisasi dengan harga kompetitif, serta membantu para mitra pemilik hotel tradisional di segmen kecil menengah dan unbranded, untuk mengembangkan dan mentransformasi bisnis mereka.
 
OYO bukanlah hotel aggregator, maupun virtual hotel operator (VHO), online travel agent (OTA), perusahaan pemberi sertifikasi, dan tentunya bukan marketplace. OYO merupakan jaringan hotel yang pada awalnya didirikan untuk menjadi solusi atas kesenjangan antara demand dan supply akan tempat menginap dan/atau tempat tinggal yang berkualitas di kelas hotel budget. Kondisi ini kemudian memaksa pelancong untuk berkompromi atas lokasi, kualitas, dan harga. Berangkat dari kondisi tersebut, OYO kemudian fokus pada pengembangan teknologi dan talenta untuk mengatasi masalah kesenjangan antara ketersediaan (supply) dan permintaan (demand) di industri perhotelan. OYO bekerja sama dengan pemilik properti untuk mengubah hotel budget dan unbranded menjadi tempat tinggal yang berkualitas.[bbn/rls/psk]

Penulis : Rilis Pers

Editor :


TAGS : Oyo Bali Hotel



About bali Lainnya :


Berita Lainnya

Trending About Bali

Berita Bali TV