About Bali

Menyama Braya Jadi Tali Pengikat Persaudaraan Hindu-Islam di Bali

Kamis, 23 Mei 2019 | 06:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Konsep Menyama braya di Bali telah menjadi semacam tali pengikat persaudaraan antara umat Hindu dan Islam di Bali. Istilah menyama braya juga telah menjadi kesepakatan yang tidak tertulis yang masih dijunjung tinggi umat Hindu dan Islam di Bali.

Pilihan Redaksi

  • Media di Bali Diharapkan Mampu Berikan Informasi Yang Berimbang
  • Kasus HIV/AIDS di Denpasar Terdeteksi 1000 Kasus Per-Tahun Dalam 2 Tahun Terakhir
  • HIPMI Denpasar Sebarkan Virus Wirausaha Hingga ke Banjar
  • Demikian terungkap dalam artikel ilmiah berjudul “Relasi Islam Dan Hindu, Perspektif Masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Al-Ulum, Volume 12, Nomor 1, Tahun 2012. Artikel tersebut ditulis oleh I Gede Suwindia dari UGM Yogyakarta, Machasin dari UIN Sunan Kalijaga dan I Gede Parimartha  dari Universitas Udayana.
    Gede Suwindia dan kawan-kawan menuliskan konsep “menyamabraya” menjadi semacam modal sosial masyarakat Bali dari zaman ke zaman yang tetap terpelihara dengan baik hingga saat ini. Menyamabraya adalah sebuah konsep “kesemestaan” yaitu bagaimana seseorang memandang orang lain adalah sebagai saudaranya sendiri bukan sebagai “the other” atau orang lain.
    Warga masyarakat yang beragama Hindu menyebutkan mereka yang beragama Islam adalah sebagai “Nyame Selam” atau saudara yang beragama Islam. Sedangkan mereka yang beragama Islam menyebut umat Hindu sebagai “

    Pilihan Redaksi

  • Media di Bali Diharapkan Mampu Berikan Informasi Yang Berimbang
  • 31 Bhakta Napak Jejak Leluhur Nusantara di Pura Bali dan Jawa untuk Menata Jagat
  • Olahraga Memancing, Apakah Berbahaya bagi Satwa dan Biota Laut?
  • Mengangkat Derajat Arak Bali (7): Sempat Rutin Diekspor ke Jepang
  • Nyame Bali” atau saudara yang beragama Hindu.
    "Menyama Braya” adalah modal sosial masyarakat Bali. Modal sosial yang tumbuh dan berkembang menjadi sebuah warna peradaban dan menjadi tali pengikat layaknya “kesepakatan tidak tertulis dan dijunjung tinggi” Islam dan Hindu di daerah ini.
    Gede Suwindia dan kawan-kawan juga menuliskan kekhasan dari pola interaksi Islam dan Hindu tersebut dapat menawarkan bentuk toleransi secara intern dan juga ekstern dalam mensiasati bagaimana sesungguhnya kerukunan antar umat beragama terbangun.
    Adanya pola-pola kerjasama yang merupakan pengejawantahan dari semangat kebersamaan, ditambah lagi dengan adanya latar belakang kekerabatan, semakin menampakkan kekhasannya.
    Banyak aktivitas keseharian warga Islam dan Hindu dalam hal ini terkait dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan senantiasa sangat tertata.[bbn/ Jurnal Al-Ulum/mul]

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : I Nengah Muliarta


    TAGS : Menyama Braya Tali Persaudaraan Hindu Islam Bali



    About bali Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending About Bali

    Berita Bali TV