About Bali

Kampung Kusamba, Kampung Muslim Beragam Etnis Diantara Desa-Desa Hindu

Kamis, 16 Mei 2019 | 06:30 WITA

beritabali.com/bali.polri.go.id

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Kampung Kusamba merupakan sebuah kampung Muslim di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung yang penduduknya berasal dari beragam etnis, mulai dari Bugis, Banjar, Jawa, Sasak dan Bali. Keseimbangan dan harmonisasi hubungan yang terjadi dalam masyarakat dengan pluralitas etnis didalamnya terjalin dengan baik hingga saat ini, termasuk dengan desa-desa yang ada di sekitarnya yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu.

Pilihan Redaksi

  • Pasca Penangkapan Ismaya, Polisi Buru 2 Pelaku Diduga Pengedar Narkoba
  • Kasus Pemukulan Ketua Fraksi PDIP Bali, Polisi Akan Periksa Pelapor
  • Suster Temukan Bungkusan Berisi Bayi di Depan Panti Asuhan Sidhi Astu
  • Demikian terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Identifikasi Lanskap Vernakular  di Kampung Kusamba, Klungkung, Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Arsitektur Lansekap, Volume 5, Nomor 1 Tahun 2019. Artikel ditulis oleh Sandi Yuantoro, Cokorda Gede Alit Semarajaya, dan Naniek Kohdrata dari Program Studi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.
    Sandi Yuantoro dan kawan-kawan menuliskan bahwa terdapat satu faktor integrasi yang menyatukan berbagai etnis yang berbeda tersebut, yakni masyarakat menganut agama yang sama, yaitu agama Islam. Disamping integrasi yang terjadi dari berbagi etnis di Kampung Kusamba, relasi dengan masyarakat luar yakni dengan desa-desa Hindu terbangun melalui ikatan sosial-kekerabatan dan berbagai interaksi sosial.  Interaksi tersebut antara lain dapat dijumpai dalam pasar, perkawinan, kuliner dan ruang publik.
    Hasil wawancara yang dilakukan Sandi Yuantoro dan kawan-kawan dengan Kepala Desa Kampung Kusamba, Abdul Gafar (2017),  didapatkan bahwa nama Kampung Kusamba bersumber dari sebuah dialog antara seseorang bersuku Bugis dengan seseorang bersuku Banjar.  Ketika seorang bersuku Bugis melaksanakan sholat menjadi perhatian orang bersuku Banjar. 
    Setelah melaksanakan sholat orang bersuku Bugis didekati dan ditanyai oleh orang bersuku Banjar, &ld

    Pilihan Redaksi

  • Pohon Tumbang Tutupi Jalan Raya, BPBD Himbau Warga Pangkas Pohon Tinggi
  • BNN: Seminyak Dominan Penggunaan Heroin, Tabanan Mayoritas Ganja
  • Suwirta Berharap Kemenkopolhukam Bantu Perencanaan Pembangunan Nusa Penida.
  • quo;Agamamu apa?”, maka jawab orang bersuku Bugis “Saya Islam”.  Orang bersuku Bugis kemudian berbalik tanya, “Agamamu apa?”, dijawab oleh orang bersuku Banjar “Aku sama”.  Berasal dari kata “Ku sama”, lama-lama mengalami perubahan sehingga menjadi “Kusamba”.  Sedangkan kata “kampung” pada masyarakat Bali merupakan ungkapan untuk menyatakan bahwa daerah tersebut merupakan kantong-kantong masyarakat Muslim.
    Wilayah permukiman yang selanjutnya menjadi Kampung Islam Kusamba tersebut berasal dari tanah catu pemberian Raja bagi para perantau.  Penguasa kerajaan dengan sengaja menempatkan mereka dalam wilayah permukiman yang terpisah dengan warga Bali yang beragama Hindu.  Wilayah itu umumnya wilayah baru, yang sebelumnya hutan atau wilayah-wilayah pesisir dekat dengan pelabuhan.  Warga Muslim diberi kebebasan dan otonomi untuk beribadat dan memiliki pemerintahan sendiri dalam wilayah tersebut. [bbn/ Jurnal Arsitektur Lansekap/mul]

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : I Nengah Muliarta


    TAGS : Kusamba Kampung Muslim Multi Etnis Bali



    About bali Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending About Bali

    Berita Bali TV