About Bali

Laki-Laki Bali Memiliki Reputasi Sebagai Serdadu Yang Garang

Jumat, 03 Mei 2019 | 06:23 WITA

beritabali.com/hariansejarah.id

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Laki-laki Bali pada zaman Kolonial sangat diminati karena memiliki reputasi sebagai serdadu yang garang. Alasan dasar tersebut menyebabkan Belanda saat itu sangat berminat terhadap budak laki-laki Bali.

Pilihan Redaksi

  • Selain Green Campus, PIB Juga Lestarikan Kambing Gembrong Dari Kepunahan
  • Wisman ke Bali Naik 2,77% di Maret 2019
  • Perdagangan Budak Perempuan Bali Pada Masa Kolonial Berkaitan Dengan Fenomena Pergundikan
  • Serikat Buruh Desak Pemerintah Daerah Bali Buat Aturan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal
  • Rai Iswara: Perayaan May Day Tidak Harus Turun ke Jalan Teriak-Teriak
  • Pemkot Denpasar Akan Tetapkan 5 Perusahaan Terbaik Serangkaian Hari Buruh
  • Pilihan Redaksi

  • May Day: Ratusan Massa Geruduk Kantor Gubernur Bali, Serukan 11 Tuntutan
  • "margin-bottom: 15px;"> Demikian terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Perdagangan Budak Di Bali Pada Abad Ke XVII-XIX: Eksploitasi, Genealogi, Dan Pelarangannya” yang dipublikasikan dalam Jurnal Masyarakat & Budaya, volume 20 nomor 1 tahun 2018. Artikel tersebut ditulis oleh I Wayan Pardi Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi.
    I Wayan Pardi menuliskan bahwa para perwira militer Belanda pernah mendapat pelajaran berharga tentang kualitas prajurit Bali dalam tiga ekspedisi militernya pada tahun 1846, 1848, dan 1849.
    Setelah menderita kekalahan pada 1846 dan 1848, Belanda menyerang Buleleng pada 1849 dengan sekitar 15.000 pasukan dan sejumlah kapal perang, dan saat itu pun hanya meraih kemenangan tipis setelah mengantongi bantuan para kolaborator Bali dari Sangsit, kerajaan tetangga Bangli, dan kerajaan Mataram di Lombok.
    Serangan berikutnya terhadap Klungkung pada 1849 terbukti gagal, yang mengakibatkan kematian komandan militer Belanda.
    Sebuah uraian kontemporer tentang ekspedisi 1849 menggambarkan orang Bali sebagai lawan militer paling tangguh yang pernah dihadapi tentara kolonial Belanda di Hindia.
    Selain itu, karakter orang Bali yang sangat kuat, tangguh, dan mudah beradaptasi pada lingkungan barunya. 
    Disini dapat ketahui bahwa orang Bali secara lahiriah tidaklah hanya memiliki karakter lemah lembut seperti yang dikenal sekarang, tetapi di masa lalu sanggup melakukan kekerasan fisik dan daya tahan tubuh yang baik. [bbn/ Jurnal Masyarakat & Budaya/mul]

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : I Nengah Muliarta


    TAGS : Zaman Kolonial Perdagangan Budak Eksploitasi Universitas 17 Agustus 1945 Belanda



    About bali Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending About Bali

    Berita Bali TV