About Bali

Soma Ribek Sebagai Hari Pangan Gaya Bali

Senin, 15 Oktober 2018 | 06:00 WITA

Muliarta

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Soma Ribek  atau Senin (Soma) wara Pon wuku Sinta atau hari yang jatuhnya 2 hari setelah Hari Raya Saraswati selalu identik dengan sebutan hari pangan gaya Bali. 

Pilihan Redaksi

  • Polisi Masih Selidiki Hilangnya Dua Pemuda Tanpa Jejak
  • Pecinta Burung Lokal dan Luar Daerah Ikuti Lomba Kicauan di Karangasem
  • Banyu Pinaruh, Menyucikan Pikiran Dengan Air Ilmu Pengetahuan
  • Alasannya pada saat Soma Ribek, masyarakat Bali disadarkan akan pentingnya pangan dalam kehidupan, mengingat tanpa pangan manusia tidak bisa hidup dan menjalani kehidupannya.
    Dalam sebuah artikel berjudul “Hari Soma Ribek dan Kutukan Dewi Sri” yang dimuat dalam mantrahindu.com disebutkan bahwa berdasarkan tradisi Bali, cara mensyukuri karunia ibu pertiwi adalah dengan menjaga dan merawat serta menanam segala jenis tanaman sumber kehidupan.
    Mengingat kegiatan menanam tidak saja memberi sumber kehidupan tetapi juga menyegarkan tanah.  
    Sedangkan dalam swarahindudharma.com disebutkan yang dipuja saat Soma Ribek adalah Sang Hyang Tri Pramana yaitu: Dewi Sri, Bhatara Sadhana dan Dewi Saraswati, dengan menghaturkan upakara di lumbung dan di pulu (gentong beras).
    Banten atau sesaji yang dihaturka

    Pilihan Redaksi

  • I Made Lod Manatha, Sang Veteran Penekun Sastra
  • Markisa Hutan, Tanaman Obat Yang Terabaikan
  • Brata Saraswati, Sebuah Pantangan Membaca dan Menulis Selama 24 Jam
  • n adalah nyahnyah, gringsing, geti-geti, pisang mas dan wangi-wangian, tanda syukur atas waranugraha berupa amertha (makanan) dan kesuburan pertanian.
    Aspek perayaan pangan ini dirayakan dengan menghentikan aktivitas pertanian selama sehari, seperti: dilarang menumbuk padi, menggiling beras, serta dilarang melakukan jual beli padi dan beras. 
    Hari ini peralatan pertanian, seperti tengala, cangkul, lampit dan yang lainnya disucikan dengan sesaji dan doa-doa serta widhi widana dipusatkan pada persembahyangan di pulu, lumbung atau tempat-tempat penyimpanan padi dan beras.
    Menurut pustaka Sundari Gama pada hari Soma Ribek Sanghyang Tri Murti Amertha beryoga, dengan pulu /lumbung (tempat beras dan tempat padi) selaku tempatnya. Pada hari Soma Ribek disarankan umat menyampaikan rasa syukur atas keberadaan pangan. [bbn/berbagai sumber/mul]

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : I Nengah Muliarta


    TAGS : Soma Ribek Hari Pangan Bali



    About bali Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending About Bali

    Berita Bali TV